Tanggal 23 Juli 1955 tiga orang suster tiba di Kupang untuk menetap dan berkarya, yakni Sr. Carolinda, Sr. Claverita dan Sr. Gondulpha. Pastor di Kupang, Pater Kersten telah menyediakan sebuah rumah yang akan menjadi susteran pertama di Kupang. Rumah itu adalah sebuah rumah Reinardis di Jalan Merdeka. Sekarang dikenal sebagai Apotik Ani. Tanggal 27 Juli 1955 pendaftaran anak-anak TK dan SMP dimulai.
Tanggal 1 Agustus 1955 pembukaan TKK Maria Goreti oleh Sr. Claverita dengan murid 40 orang. Sr. Claverita juga membuka SD Putri dengan jumlah 40 siswa. Di hari yang sama Sr. Carolinda membuka SMP Putri dengan jumlah 32 siswa. Aktivitas belajar mengajar SMP dimulai di rumah Paroki yang masih kosong. Bangku-bangku boleh pinjam dari Gereja. Di hari pertama, setelah melewati beberapa jam pelajaran tanpa meja, sekitar pukul 09.00 WITA barulah beberapa frater overste membawa meja-meja untuk para siswa SMP sehingga kegiatan belajar bisa menjadi lebih baik. Tanggal 31 Agustus 1955 jumlah siswa TK Maria Goreti bertambah menjadi 60 orang, sedangkan jumlah siswa SD Putri 45 orang dan SMP Putri berjumlah 44 siswa. Saat itu para suster berjuang untuk membeli tanah untuk dibangun sekolah dan biara namun tidak mudah memperolehnya.
Bulan Agustus 1956, permulaan tahun sekolah. Murid bertambah banyak. Baik TK, SD maupun SMP mengalami penambahan kelas. Karena ruangan tidak mencukupi, Sr. Carolinda dan murid SMP kelas I dan II pindah ke asrama Tukang (dekat Kuburan Pahlawan) tempat Sanggar Remaja. Empat bulan kemudian sesudah melewati banyak pertimbangan dan urusan, mulailah penggalian fundamen untuk dibagun gedung sekolah SMP Putri di hutan jati jalan Merdeka.
Tanggal 1 Agustus 1957 tiga ruang yang baru saja dibangun dipakai sebagai ruang belajar SMP Suster. Bulan Desember 1957 Sr. Claverita dan siswa TK Maria Goreti ikut bergabung dengan SMP Suster.
Tahun 2005 SMPK St. Theresia merayakan ulang tahun yang ke-50 dan kini menjelang usia yang ke-60. Dari awal berdiri hingga kini tercatat sudah 9996 siswa yang pernah dan sedang mengenyam pendidikan di SMPK St. Theresia.
Tanggal 1 Agustus 1955 pembukaan TKK Maria Goreti oleh Sr. Claverita dengan murid 40 orang. Sr. Claverita juga membuka SD Putri dengan jumlah 40 siswa. Di hari yang sama Sr. Carolinda membuka SMP Putri dengan jumlah 32 siswa. Aktivitas belajar mengajar SMP dimulai di rumah Paroki yang masih kosong. Bangku-bangku boleh pinjam dari Gereja. Di hari pertama, setelah melewati beberapa jam pelajaran tanpa meja, sekitar pukul 09.00 WITA barulah beberapa frater overste membawa meja-meja untuk para siswa SMP sehingga kegiatan belajar bisa menjadi lebih baik. Tanggal 31 Agustus 1955 jumlah siswa TK Maria Goreti bertambah menjadi 60 orang, sedangkan jumlah siswa SD Putri 45 orang dan SMP Putri berjumlah 44 siswa. Saat itu para suster berjuang untuk membeli tanah untuk dibangun sekolah dan biara namun tidak mudah memperolehnya.
Bulan Agustus 1956, permulaan tahun sekolah. Murid bertambah banyak. Baik TK, SD maupun SMP mengalami penambahan kelas. Karena ruangan tidak mencukupi, Sr. Carolinda dan murid SMP kelas I dan II pindah ke asrama Tukang (dekat Kuburan Pahlawan) tempat Sanggar Remaja. Empat bulan kemudian sesudah melewati banyak pertimbangan dan urusan, mulailah penggalian fundamen untuk dibagun gedung sekolah SMP Putri di hutan jati jalan Merdeka.
Tanggal 1 Agustus 1957 tiga ruang yang baru saja dibangun dipakai sebagai ruang belajar SMP Suster. Bulan Desember 1957 Sr. Claverita dan siswa TK Maria Goreti ikut bergabung dengan SMP Suster.
Tahun 2005 SMPK St. Theresia merayakan ulang tahun yang ke-50 dan kini menjelang usia yang ke-60. Dari awal berdiri hingga kini tercatat sudah 9996 siswa yang pernah dan sedang mengenyam pendidikan di SMPK St. Theresia.
![]() |
| ilustrasi |

0 komentar:
Posting Komentar