oleh Christin Restiani
Entah apa yang akan kuperbuat
Sehingga siang menjadi malam
Terhimpit di antara angin kelam bekukan raga
Orkestra memainkan alunannya
Riang dan derita tertanam di kalbu
Rembulan yang tak jua datang
Indahnya rangkaian bintang menghias langit malam
Nirmala yang menari-nari
Orbit yang berjalan berputar di antaranya
Angan…
Fantasi…
Dan cahaya terang di angkasa malam
Semenjak naik dan berpangku pada lingkaran bulan
Sungai yang mengalir
Akankah terhenti sejenak
Lama waktu yang bergulir
Dan menemaniku bersandar padamu
Aku dan tetap cahaya darimu
Namamu yang membicarakan dunia padaku
Hanya bayanganmu yang memberi dunia padaku
Akan tetap menjadi terindah dalam dunia
Hingga dunia tertidur dalam dekapan ibu pertiwi
2012
Christian Restiani. Lahir di Kupang, 8 Juni 1998. Sisiwi Kelas IX A SMPK St Theresia Kupang. Bergiat di Komunitas Sastra Dusun Flobamora. Dua puisinya (Legenda dan Kehidupan) termuat dalam Jurnal Sastra Santarang edisi Desember 2012.
Puisi ini dimuat di Mading Speqsanthers (+) edisi perdana, 10 Januari 2012
0 komentar:
Posting Komentar