: sang pengelana
Kupang adalah sinar hangat pagi
Yang menciptakan selembar biru raksasa
Di atas kepala sang pengelana
Dibirunya ia menulis:
“Dengan tinta putih awan gemawan
Aku menciptakan tulisan
Tentang sebab musabab cinta
Yang harusnya bertunas dalam hatimu,
Menyala dari matamu
Berlaku dalam langkah dan uluran tanganmu
Berbicara dari mulut santunmu
Mendengar dari layar telingamu
Kenapa harus cinta?
Sebab cinta mendamaikan hati
Cinta melestarikan rumah saudara-sahabatmu
Tanpa cinta, kematian dan caci maki
Adalah jalan pintasmu menuju kepunahan
Kawan, aku mencintaimu
Aku menghormati tubuh jiwamu
Kau menyayangi semesta pemberi hidup
Kita samasama menghormati Bait Tuhan yang suci
Kawan, kutulis ini pada awal Februari
Ketika Kota karang ini menghijaukan mata
Cinta kita”
Kota Karang, 14 Februari 2013
(puisi ini ditulis oleh Christian Dikcy Senda, dan menjadi bagian dari film Sang Pengelana, sebuah film pendek karya siswa SMPK St. Theresia Kupang)
0 komentar:
Posting Komentar