Kisah Melodi, Peri Tanpa Sayap

oleh Cesilia T Miranda Bria (kelas VII D)
shadoweddancer.deviantart.com

Kegiatan di sekolah peri terus berlangsung. Evelyn, Selena dan Joylin adalah peri-peri jutek yang masih terus mengeluh, memikirkan akan ada peri baru yang akan masuk ke Fairy School, nama sekolah peri. Mereka bertiga mulai menyusun rencana jahil kepada peri baru nantinya.
Keesokan harinya tiga peri jutek itu datang terlambat, karena mereka bertiga semalam bergadang bersama jahil dan sombong lainnya. Mereka dikenai sanksi oleh pengurus Fairy School untuk membersihkan toilet selama 1 minggu. Melihat hal itu amarah mereka berta
Tak lama kemudian, mereka bertiga melihat seorang peri cantik yang sedang duduk di teman. Tanpa mereka sadari ternyata peri itu tak memiliki sayap seperti layaknya peri-peri lainnya. Walaupun begitu ketiga peri yang bersembunyi di semak-semak masih merasa penasaran. Mereka pun menghadap kepada pemimpin Fairy School yang sedang duduk di ruangannya.
Mereka bertiga langsung bertanya tanpa basa-basi lagi.
“Bisakah kami melihat daftar siswa-siswi peri di sekolah ini?” tanya Selena.  Pemimpin Fairy Schoo l berujar, “Oh tentu saja bisa. Apa yang ingin kalian buat dengan daftar itu?.
“Hmm, tidak ibu peri. Hanya ingin mengetahui jumlah murid di sini saja. Kami merasa belum mengenal seluruh siswa-siswi di sini.”
“Baiklah, silahkan diambil. Jangan lupa dikembalikan ya?”
“Terima kasih, Ibu Peri...”

Setelah mereka keluar dari ruangan pemimpin Fairy School mereka bertiga pun lansung melihat daftar nama. Saat melihat nama terakhir di daftar, mereka terperangah! Nama peri baru itu Melodi. Berasal dari negeri Topia tempat yang sangat jauh dari Fairy School.
Tak begitu lama, bel sekolah pun berbunyi. Semua peri akan berkumpul dan mengadakan acara pelantikan siswa-siswi baru yang baru masuk. Salah satunya Melodi, tentu saja. Acara pun dimulai. Pemimpin Fairy School memberikan sambutannya. Setiap peri baru diberikan berlian di sayap-sayap mereka sebagai tanda resminya mereka sebagai murid di Fairy School.
Hingga tiba gilirannya Melodi, semua orang kaget, termasuk pemimpin sekolah. Mereka tentu saja kaget karena siswi baru ini, meski seorang peri namun tidak memiliki sayap. Melodi lansung memberikan alasannya.
“Aku begini karena aku dilahirkan memang tanpa sayap. Aku ini orang cacat.”
“Baiklah. Memang tidak ada yang sempurna dalam dunia ini, termasuk dalam dunia peri. Baiklah, kamu tetap kami terima bersekolah di sini,” sambung pemimpin Fairy School dengan sangat ramah.
Keesokan harinya, Melodi yang baru masuk itu sudah nampak bersedih hati. Ia dituduh telah mengambil handphone salah seorang peri. Melodi langsung dipanggil ke ruangan pemimpin sekolah dan langsung diberi hukuman tidak boleh bersekolah selama 2 hari. Ia terus sedih dan berlari dari ruangan pemimpin sekolah menuju ke taman.
Criiiiinggg..... tiba-tiba muncul peri kecil dari bunga-bunga matahari dan mulai memperkenalkan diri kepada Melodi.
“Perkenalkan namaku Sean. Mulai sekarang tugasku adalah membantumu dan semua peri yang tak bersalah namun dihukum. “
‘Kok kamu tahu kalau aku sedang dihukum?”
“Di Fairy School semua peri baik, kecuali ketiga peri sombong itu. Pasti kami sudah dikerjain mereka.” Lanjutnya, ‘Kita lihat saja nanti, siapa yang bersalah dan siapa yang tidak bersalah.”
Sean pun menghilang dibalik bunga matahari.
Keesokan harinya, Melodi mendapatkan kabar dari seorang peri bernama Yoki, sang senior di Fairy School bahwa ia pernah melihat tiga peri jahat mengambil hadphone orang lain dan menaruhnya di tas Melodi. Yoki pun merekam kejadian tersebut dan sudah melaporkan ke kepala sekolah.
Saat jam istirahat, Evelyn, Selena dan Joylin dipanggil ke ruangan pemimpin sekolah. Saat mereka masuk, Melodi dan kak Yoki sudah berada di dalam ruangan beserta dengan barang bukti berupa video rekaman aksi tiga peri jahat. Pemimpin Fairy School sangat marah.
Ketika itu, Melodi sendiri malah meminta pemimpin sekolah untuk tidak memberi hukuman kepada mereka. Bagi Melodi seluruh siswa harus saling memaafkan. Ia sendiri tidak akan menyimpan dendam terhadap mereka bertiga. Kepala sekolah akhirnya menyetujui.
Semenjak itu Evelyn, Selena dan Joylin berteman akrab dengan Melodi. Ketika tiba di hari ulang tahun sekolah seluruh siswi sibuk merias diri mereka. Mulai dari pakaian, sepatu, asesoris dan perhiasan untuk sayap-sayap mereka. Peri Sean tiba-tiba muncul di kamar Melodi dan segera membantu merias wajah Melodi namun sayangnya Melodi kelihatan bersedih karena tak mempunyai sayap. Ia tak bisa menampilkan kehebatannya dalam menari nantinya.
Peri Sean tak kehilangan akal. Ia memikirkan sayap yang cocok untuk Melodi. Beberapa detik kemudian... criiing! Sepasang sayap berkilau berwarna kuning telah terpasang di punggung Melodi. Ia pun girang dan merasa siap menampilkan bakatnya.
Tiba saatnya ia menari. Sekujur sayapnya bersinar terang seperti pelangi. Semua yang hadir terpesona melihat keanggunan Melodi. Pentas ini membawa kesan yang mendalam. Fairy School langsung terkenal diatara sekolah peri lainnya.
Pada akhirnya Melodi diangkat menjadi ketua di Fairy School. Ia terus berusaha menjadi yang terbaik dan yang paling penting: terus rendah hati.

mbah, belum lagi perasaan malu karena mereka sendiri terkenal sebagai tiga peri geng di sekolah tersebut.
Bagikan di Google Plus

Redaksi menerima tulisan berupa cerpen, puisi, karya ilmiah remaja, gambar (karikatur/desain grafis) dan foto. Akan dimuat di majalah dinding, majalah elektronik dan blog ini.
Email: speqsanthers@gmail.com
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar