Saat ini kebanyakan para pelajar menggunakan kendaraan tanpa perlengkapan pelindung tubuh dan surat izin mengemudi. Menurut saya, para pelajar belum mengerti dengan pasti tentang tata cara dan aturan dalam berlalu lintas serta akibat yang didapat jika melanggar. Hal tersebut sangat berpengaruh pada keselamatan pengendara (pelajar) dan pengguna lalu lintas lainnya. Setiap orang tua pada umumnya pun banyak mengizinkan anak-nya untuk menggunakan kendaraan dengan berbagai alasan, seperti mengerjakan tugas,bersekolah dll, akan tetapi mereka tidak sadar bahwa keputusan mereka dapat menyebabkan angka kecelakaan semakin tinggi. Kebanyakan pula para pelajar menggunakan kendaraan tidak sesuai dengan fungsinya, melainkan balap-balapan, atau pun iseng sekedar gengsi semata.
Menurut saya, sebagai solusi atas permasalah di atas, sebaiknya pemerintah memerhatikan dan melakukan sosialisasi untuk para pelajar tentang tata cara dalam berlalu lintas. Maksud dari sosialisasi ini ialah agar para pelajar semakin mengerti tentang pentingnya tata cara dan aturan berlalu lintas.
Sebaiknya para orang tua mendidik dan mengawasi anaknya lebih baik. Dalam mengambil keputusan pun, para orang tua diharapkan dapat mengambil keputusan secara baik dan bijaksana agar nantinya tidak menyesal.
Sebaiknya para pengendara lebih mengutamakan hal keselamatan dibanding hal lainya sehingga dapat mengurangi angka kecelakaan yang kian hari makin tinggi.
Fritz Kleden adalah siswa kelas VIII C SMPK St. Theresia Kupang.

Kalau mw dibilang belum tentu anak2 yang sekarang diijinkan untuk membawa kendaraan yang digolongkan masih dibawah umur ugal2an... Bukan hal yang jarang juga kalau kita memlihat orang2 yang dikatakan matang dalam psikisnya (17+) ugal2an bahkan lebih banyak daripada anak dibawah umur.. Kita juga musti sadar bahwa anak2 butuh kendaraan buktinya saya, saya msh umur 12 tahun tapi saya bisa mengontrol diri saya dalam mengendarai kendaraan, percuma saja kalau kita bilang sosialisasi oleh pihak2 berwajib tapi anak2 tidak memiliki kesadaran, jangan salahkan orang tua yang mengizinkan tetapi salahkanlah anak2 yang belum menguasai diri
BalasHapusSaya Andreas Watang (Alumni St.Theresia Kupang, Akselerasi Angkatan 8, Skg di SMAK.Giovanni Kupang Aksel 1)