Bermain sambil belajar? Apa bisa?Minggu, 16 November 2014 siswa siswi Akselerasi 1 melakukan kegiatan outbound di pantai Lasiana Kupang. Acara outbound ini digagas sebagai bagian dari program Bimbingan dan Konseling Sekolah bekerjasama dengan wali kelas Akselerasi 1. Hadir pada kesempatan ini, pak Dicky Senda selaku konselor, pak Willy Leonard selaku wali kelas dibantu Pak Fabianus Mandur dan Ibu Imma Tora sebagai fasilitator pendukung kegiatan outbound.
Tepat jam 7.30 pagi rombongan berkumpul di sekolah, berdoa bersama lalu menuju ke pantai Lasiana dengan bemo. Sejam kemudian kegiatan outbound dimulai. Ada 10 jenis permainan yang dibawakan oleh tim fasilitator, antara lain Jantung Hati, Bangun Gereja, Human Ladder, One Step Ahead, Trust Me, Evakuasi Bom Jepang, Titanic, Menara Air, dan Blind Walking. Kesepuluh permaianan di atas bukan sekedar permainan biasa namun ada learning point yang bisa dipelajari siswa secara langsung antara lain kerjasama dalam tim (team work), ketahanan terhadap stres ketika diberikan sebuah tantangan, komunikasi verbal dan non verbal, saling respek, melihat potensi kepemimpinan (leadership), ketekunan dan ketelitian. Outbound ini sekaligus menjadi sarana hiburan bagi siswa Akselerasi 1 setelah mengikuti ujian Semester 1 beberapa waktu lalu.
Misalnya game Bangun Gereja. Peserta dibagi ke dalam sebuah kelompok kecil dan diminta untuk membuat sebuah kerangka bangunan gereja menggunakan bahan yang disediakan (sedotan, guntung dan isolasi). Dalam waktu yang singkat peserta harus bekerjasama dalam tim, mendelegasikan tugas dan mampu menyelesaikan tugas. Akan kelihatan peserta siapa yang antusias dan siapa yang pasif, siapa siswa yang mampu mengkoordinir teman-temannya dan siapa yang terlihat egois. Siapa yang asyik menonton saja.
Dalam permainan Evakuasi Bom Jepang, peserta harus memindahkan bola (bom) menggunakan tali tanpa bola terjatuh. Kesabaran dan komunikasi antar anggota akan menjadi kunci kesuksesan permainan tersebut. Jika terburu-buru maka bisa jadi bola akan terjatuh (baca: bom meledak). Siswa bisa menginternalisasi pesan permainan itu ke dalam kehidupan sehari-hari, jika sebuah tantangan dihadapi dengan sabar dan teliti, tanpa stres maka apapun kesulitannya pasti akan terselesaikan.
Kegiatan selesai jam 12 siang, dilanjutkan makan siang bersama dan foto-foto. Tepat jam 14 WITA, seluruh peserta pulang dengan wajah yang gembira.(Sen)
a?











0 komentar:
Posting Komentar